Kab. Tasik kabarjurnalis.com - Para aktivis mulai berkumpul di depan gerbang. Bendera organisasi berkibar dan suara toa terdengar lantang. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari unjuk rasa kali ini.
Sejumlah organisasi mahasiswa dan masyarakat menggelar unjuk rasa di Kabupaten Tasikmalaya, dengan cara yang berbeda. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ormas Brigest, GIBAS, serta Persatuan Ojol Kabupaten Tasikmalaya bersatu menyuarakan aspirasi mereka. Senin (1/9/2025).
Berbeda dengan aksi biasanya, demonstrasi kali ini berlangsung tertib, santun, tanpa kata-kata kasar maupun tindakan provokatif. Peserta aksi lebih banyak menyampaikan pendapat secara argumentatif dan terukur.
Warga yang menonton dari tepi jalan awalnya cemas, takut keributan terjadi seperti yang terjadi di Ibu Kota Jakarta, dan sebagian daerah lainnya.
Namun perlahan, kegelisahan itu berubah menjadi rasa kagum. Para mahasiswa dan ormas berorasi dengan tertib, saling menghormati, bahkan sesekali menyelipkan senyum.
Tak hanya masyarakat dan mahasiswa, 2/3 para anggota dewan pun hadir. Ketua, wakil ketua, para ketua fraksi, hingga anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, tampak berada di tengah kerumunan. Kapolres Tasikmalaya pun ikut berbaur, menunjukkan bahwa hari ini, aspirasi rakyat benar-benar didengar dengan hati yang terbuka.
“Baru kali ini saya melihat demo yang begini. Cantik sekali,” ucap salah seorang tokoh warga masyarakat setempat dengan nada terharu.
Ungkapan “demonstrasi cantik” itu kemudian menyebar di antara warga. Mereka menyaksikan bahwa aspirasi bisa disampaikan tanpa amarah, bahwa perjuangan bisa tetap kuat meski dibalut dengan kesantunan.
Pada Hari ini, Tasikmalaya tak hanya menyaksikan sebuah unjuk rasa, tetapi juga lahirnya sebuah teladan: bahwa demokrasi bisa tumbuh dengan wajah yang damai nan indah, pungkas tokoh jurnalis terkenal asli orang singaparna. (Roni Gunaevi)

Posting Komentar