Prajurit TNI, Pegawai Negeri Sipil jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya, serta personel Satuan Badan Pelaksana berdiri tegap dalam satu barisan, meneguhkan komitmen kebangsaan. Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, sebagai Inspektur Upacara.
Lebih dari sekadar seremonial, peringatan ini menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi bangsa selama puluhan tahun. Di tengah derasnya perubahan zaman, Pancasila hadir sebagai pijakan kokoh yang menjaga persatuan dan arah perjalanan bangsa.
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dibacakan Dandim, ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen untuk memastikan nyala api Pancasila tidak padam dalam sanubari setiap warga negara.
Mengusung tema _“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”_, peringatan tahun ini menegaskan relevansi Pancasila tidak hanya dalam merawat kebhinekaan Indonesia, tetapi juga dalam berkontribusi bagi perdamaian global.
Pancasila disebut sebagai _bintang penuntun_ yang menjaga Indonesia tetap bersatu di tengah keberagaman. Ketika banyak bangsa bergulat dengan perpecahan dan ketidakpastian, Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan untuk melangkah bersama.
Indonesia, menurut amanat tersebut, memikul tanggung jawab moral untuk ikut menciptakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945.
Semangat musyawarah, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial terus dihidupkan melalui kontribusi nyata dalam misi perdamaian, diplomasi internasional, dan pembelaan terhadap bangsa-bangsa yang tertindas.
Bagi para peserta upacara, pesan yang menggema dari Lapangan Gedung Juang 45 jelas: mengamalkan Pancasila tidak cukup dengan hafalan dan seruan. Nilai-nilainya harus menjelma dalam tindakan nyata—dalam tugas, dalam pengabdian, dan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama persatuan dijaga, gotong royong dihidupkan, dan Pancasila tetap menjadi cahaya, Indonesia akan terus berdiri tegak menuju masa depan. (A. Ghandi)





Posting Komentar