Gerakan "Ayah Ambil Rapor" Menuai Kritik dari Ketua DPC PWRI Kota Tasikmalaya

 


Kota. Tasik kabarjurnalisnews.com - Gerakan "Ayah Ambil Rapor" menuai kritik dari Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya, Asep Setiadi.


Gerakan "Ayah Ambil Rapor" karena dianggap melukai perasaan anak-anak dari keluarga yang tidak lengkap (yatim atau orang tua tunggal) dan berpotensi menjadi ajang perundungan (bullying). Ucap Asep saat dikonfirmasi kabarjurnalisnews.com pada Senin (22/12/2025).


Melukai Perasaan Anak


Gerakan ini dianggap tidak sensitif terhadap kondisi anak-anak yang tidak memiliki sosok ayah, baik karena telah meninggal, bercerai, atau alasan lainnya. Hal ini dapat menimbulkan kesedihan dan rasa tersisih pada anak-anak tersebut.


Ajang Perundungan


Adanya penekanan agar ayah yang mengambil rapor dikhawatirkan menciptakan tekanan sosial dan bahkan menjadi sasaran perundungan verbal di antara anak-anak di sekolah.


Diskriminasi Terhadap Orang Tua Tunggal


Orang tua tunggal, yang mayoritas adalah ibu, merasa gerakan ini seolah menomorduakan peran mereka yang selama ini sudah aktif terlibat dalam pendidikan anak.


Kondisi Realitas Keluarga


Gerakan ini dianggap mengabaikan realitas sosial bahwa tidak semua keluarga memiliki struktur ayah dan ibu yang lengkap, atau ayah yang memiliki waktu luang karena tuntutan pekerjaan. 


Meskipun tujuan awal gerakan yang diinisiasi oleh beberapa pihak, adalah untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak dan menekan angka fatherless (kurangnya peran ayah), pendekatannya dinilai kurang inklusif dan tidak berempati terhadap keragaman kondisi keluarga di Indonesia. 


Asep menilai, gerakan ini kurang bijaksana karena bisa berdampak psikologis pada anak, terutama yang tidak memiliki ayah. Asep juga khawatir anak-anak ini akan menjadi bahan bullying teman-temannya. Ungkapnya.


Asep Setiadi juga mempertanyakan bagaimana dengan anak-anak yang ayahnya sedang bertugas di luar kota atau tidak ada? Dia menyarankan agar pemerintah fokus pada pendidikan dan tidak menambah beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum pulih.


Gerakan Ayah Ambil Rapor ini juga dinilai mendiskriminasi peran ibu dan anak-anak yang tidak memiliki ayah. (Red)

Lebih baru Lebih lama