Ciamis, kabarjurnalisnews.com - Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.B.A., menegaskan infak Aparatur Sipil Negara/ASN menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Ciamis.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk santunan anak yatim, bantuan bencana, hingga pembangunan rumah layak huni.
Pernyataan itu disampaikan usai kegiatan Guyub Muharram Miasih Yatim Ciamis Berkah, yang memberikan santunan kepada 2.650 anak yatim dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Ciamis.
Lili Miftah mengatakan BAZNAS memiliki peran penting dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Menurutnya, dana yang terkumpul akan memberikan manfaat besar apabila dikelola secara profesional.
"Tanpa amil seperti BAZNAS, dana umat tidak akan terkumpul. Uang seribu rupiah mungkin tidak berarti jika sendiri, tetapi ketika dihimpun oleh BAZNAS bisa menjadi rumah dan berbagai bantuan untuk masyarakat," ujarnya. Senin (29/6/2026).
Lili menjelaskan BAZNAS menghimpun infak ASN secara rutin setiap bulan. ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis maupun instansi vertikal secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, sekitar 40 persen dana yang dikelola BAZNAS berasal dari infak ASN. Dana tersebut menjadi sumber utama berbagai program sosial yang berjalan sepanjang tahun.
BAZNAS Ciamis memanfaatkan dana yang terkumpul untuk berbagai kegiatan kemanusiaan. Program tersebut mencakup santunan anak yatim, bantuan korban bencana, hingga pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan.
Lili mengungkapkan saat pandemi Covid-19, BAZNAS berhasil menghimpun sekitar 100 ton beras untuk membantu masyarakat terdampak.
Pada peringatan Muharram 1448 Hijriah, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 2.650 anak yatim. Setiap desa mengirimkan 10 anak sebagai perwakilan untuk menerima bantuan.
Lili menegaskan santunan tersebut berasal dari dana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Karena itu, penyaluran bantuan tidak mengganggu program rutin maupun dana tanggap bencana.
Selain menjalankan program reguler, BAZNAS Ciamis juga menyediakan alokasi khusus untuk menghadapi kondisi darurat. Dana tersebut digunakan saat terjadi bencana alam atau kebutuhan mendesak lainnya.
Dengan sistem pengelolaan tersebut, seluruh program sosial tetap berjalan tanpa mengurangi bantuan bagi kelompok penerima manfaat lainnya.
Lili mengaku tidak pernah menginginkan jabatan sebagai pimpinan BAZNAS. Namun, ia menerima amanah tersebut setelah mendapat kepercayaan dari berbagai tokoh.
"Selama masih hidup dan sehat, insyaallah saya siap menjalankan amanah ini. Mudah-mudahan amanah ini bisa memberi manfaat lebih besar bagi umat," katanya.
Ia berharap BAZNAS Ciamis terus mendapat dukungan masyarakat sehingga mampu memperluas manfaat bagi warga yang membutuhkan. (Amrival)


Posting Komentar