Awali Gerakan Pendidikan Berbasis Alam, Bupati Tasik Resmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji


Kab. Tasik, kabarjurnalisnews.com - tengah krisis iklim dan minimnya ruang belajar yang membentuk karakter, Kabupaten Tasikmalaya melahirkan gerakan baru di bidang pendidikan. 


Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, meresmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji dalam Festival Edukasi Alam Desa di Kampung Puncak Suji RT 017/RW 004, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Rabu, (1/6/2026).


Peresmian ini bukan sekadar seremoni pembukaan lembaga. Momentum ini menjadi deklarasi lahirnya pusat pembelajaran berbasis alam yang mengintegrasikan pendidikan karakter, konservasi lingkungan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat desa dalam satu ekosistem pembangunan berkelanjutan.


Di tengah derasnya modernisasi, Institut Alam Rimba Puncak Suji menawarkan pendekatan berbeda. Alam tidak lagi diposisikan sebagai objek yang dieksploitasi, melainkan sebagai ruang belajar, laboratorium kehidupan, sekaligus sumber nilai yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.


Rangkaian kegiatan diawali doa bersama oleh Almukarom Ustaz Ajad Sudrajad, dilanjutkan Festival Edukasi Alam Desa, pameran produk unggulan desa, media gathering, aksi peduli lingkungan, serta forum kolaborasi lintas sektor.


Agenda yang paling menyita perhatian adalah Sarasehan Pendidikan Alam bertajuk "Ngobrol Bareng Wakil Rakyat" dengan tema "Membangun Generasi Berkarakter melalui Pembelajaran Berbasis Alam."


Forum menghadirkan Drs. KH. Tetep Abdulatif, M.Ag., Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Abah Irdas selaku Dewan Pembina Institut Alam Rimba, serta Deden Ramdhan Nugraha, S.T., M.M., Kepala Dinas DPUPRLH Kabupaten Tasikmalaya. Diskusi dipandu Randika, Pemimpin Redaksi Media Kabar Sembilan, sebagai moderator.


Para narasumber sepakat bahwa pendidikan berbasis alam bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan nyata untuk membentuk generasi berkarakter kuat, peduli ekologis, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan pembangunan.



Direktur Institut Alam Rimba Puncak Suji, Resta Syada, S.Pd., menegaskan institusi yang dipimpinnya dibangun sebagai ruang kolaborasi pendidikan, konservasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.


"Institut Alam Rimba Puncak Suji hadir sebagai ruang belajar yang mengajak masyarakat kembali mencintai alam, membangun karakter generasi muda, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pendidikan berbasis lingkungan," ujarnya.


Menurut Resta, pembelajaran harus melahirkan pengalaman nyata yang membangun kepedulian, tanggung jawab sosial, serta kesadaran menjaga keseimbangan ekosistem.


Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Tasikmalaya menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh dan komunitas pegiat lingkungan. Penerima penghargaan antara lain Agus Sudarsono, S.T. sebagai peneliti teknik material dan pengembang inovasi Eco-Paving Block, Jelby Zahir sebagai Duta Lingkungan, Bank Sampah Batik Resik Desa Salopa, serta Bank Sampah Salimah Desa Kamulyan.


Kegiatan didukung berbagai mitra strategis, di antaranya Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Bank Galunggung, BPR Artha Sukapura, Bank Indonesia, bank bjb, Program Adiwiyata, serta institusi lain yang berkomitmen pada pendidikan dan pelestarian lingkungan.


Institut Alam Rimba Puncak Suji juga memperkenalkan struktur organisasinya. Lembaga ini berada di bawah pembinaan Khifayati Nursetiana, S.Pd. dan Irman Hirdasah (Abah Irdas), dengan Resta Syada, S.Pd. sebagai Direktur.


Sembilan divisi strategis dibentuk untuk menjalankan program: Divisi Kurikulum dan Pengajaran, Randika, Divisi Pertanian Berkelanjutan, Rahmat, S.Pd. Divisi Konservasi dan Lingkungan, Agus Sudarsono, S.T. Divisi Outbound, Survival, dan Life Skills, Frista Mutiara, S.Pd. Divisi UMKM Hijau dan Ekonomi Kreatif, Rizal Abdul Aziz, S.E. Divisi Media, Dokumentasi, dan Publikasi, Resa Nurfarida, S.Pd. Divisi Administrasi, Keuangan, dan Layanan Peserta, Tatang S. Divisi Penelitian dan Pengembangan (R&D), H. Yadi Hendarmin, S.IP. Divisi Kemitraan dan Humas: Ai Rika Nurbaya, S.Pd.


"Institut Alam Rimba Puncak Suji bukan sekadar tempat belajar, melainkan gerakan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menjadikan alam sebagai guru kehidupan. Pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan agar pembangunan desa benar-benar berkelanjutan," tegas Randika, Divisi Kurikulum dan Pengajaran.


Mengusung slogan "Kembali ke Alam, Membangun Masa Depan Desa," Institut Alam Rimba Puncak Suji diharapkan menjadi pusat pendidikan, konservasi, riset, dan inovasi lingkungan yang melahirkan generasi berkarakter serta menjadi model pendidikan berbasis alam di Kabupaten Tasikmalaya. (Iwa)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama