Kab. Tasik, kabarjurnalisnews.com - Proyek revitalisasi satuan pendidikan Kober Cantik Lu Nurljannah di Desa Gunungtanjung, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya jadi pertanyaan publik. Tim Kontrol Sosial Wartawan menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan yang bersumber dari APBN 2026.
Hasil pantauan di lapangan pada Kamis, (13/8/2026), pukul 11.58 WIB menunjukkan struktur bangunan belum memenuhi standar teknis ketahanan gempa.
Fokus utama temuan terletak pada struktur kolom. Berdasarkan pengamatan, tidak terlihat adanya pemasangan pondasi cakar ayam pada seluruh titik kolom.
“Yang kami lihat, pekerjaan ini tidak memasang pondasi cakar ayam dan pengikatan besi stek ke sloof juga tidak dilakukan dengan benar. Ini merupakan pelanggaran spesifikasi teknis yang fatal,” ujar Koordinator Tim Kontrol Sosial Wartawan.
Menurutnya, tanpa adanya ikatan monolit antara kolom dan sloof, kekuatan struktur akan berkurang signifikan.
“Sambungan yang terputus berpotensi menyebabkan dinding dan kolom retak, bergeser, bahkan patah saat terjadi pergerakan tanah atau gempa. Kita bisa bayangkan risikonya jika bangunan ini digunakan saat gempa datang,” tegasnya.
Kondisi tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB dan SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung.
Temuan lain berkaitan dengan administrasi proyek. Saat tim menanyakan gambar perencanaan kepada pekerja yang mengaku sebagai mandor, jawabannya gambar tersebut berada di pihak komite dan tidak tersedia di lokasi.
Padahal sesuai prosedur, gambar kerja wajib ada di lokasi sebagai acuan pelaksanaan. Tidak tersedianya dokumen ini memunculkan pertanyaan terkait keterbukaan dan akuntabilitas proyek.
Nama Kegiatan Revitalisasi Kober Cantik Lu Nurljannah, Lokasi Desa Gunungtanjung, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Pelaksana P2SP Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan, Durasi 120 Hari Kalender (25 Juli 2026 – 25 November 2026), Sumber Anggaran APBN Tahun 2026 , Nilai Kontrak Rp530.126.000,00.
Besi tulangan kolom tampak hanya ditanam dan dicor di atas sloof. Proses pembuatan pondasi cakar ayam tidak terlihat selama pemantauan.
Tim Kontrol Sosial Wartawan meminta pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi serta membuka dokumen perencanaan agar dapat dikaji bersama. Sejumlah dokumentasi berupa foto dan video telah dikumpulkan sebagai bahan bukti.
“Kami hadir untuk memastikan anggaran negara digunakan sesuai ketentuan dan hasilnya benar-benar aman untuk masyarakat, khususnya anak-anak didik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi kepada pihak P2SP dan Dinas terkait belum diperoleh. (A. Ghandi)





Posting Komentar