Bandung Barat, kabarjurnalisnews.com - Menyambut Tahun Ajaran Baru, aksi mengharukan datang dari Kang Hertigol, seorang Marbot Masjid sekaligus petugas Cleaning Service warga Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Dengan dandanan sederhana layaknya "tukang nyapu", ia turun ke jalan untuk mengedukasi anak-anak sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan menghindari perundungan atau "bullying".
Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah pelajar SD yang mengenakan seragam merah kotak. Mereka kompak membawa poster bertuliskan "JAGA MENTAL YUK. HINDARI BULLYING PERUNDUNGAN".
Dengan kostum lusuh, wajah yang disamarkan efek kotor, serta membawa kantong sampah dan alat kebersihan, Kang Hertigol sengaja tampil apa adanya. Tujuannya agar pesan yang disampaikan lebih menyentuh.
"Saya hanya Marbot dan tukang nyapu. Tapi saya peduli sama masa depan anak-anak kita. Jangan sampai ada lagi yang dibully di sekolah. Jaga mentalnya dari sekarang," ujar Hertigol di sela aksi, Sabtu (15/8/2026)
Selain kampanye anti-bullying, ia juga membagikan 40 paket alat tulis gratis kepada para pelajar. Bantuan kecil ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua di awal tahun ajaran baru.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa edukasi tentang kesehatan mental dan anti-perundungan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua. Siapa pun, termasuk pekerja kebersihan dan pengurus masjid, bisa mengambil peran.
Warga yang melihat aksi tersebut pun memberikan apresiasi. Banyak yang mengaku tersentuh karena "yang sering kita sepelekan, justru yang paling peduli".
Diharapkan kegiatan serupa bisa terus dilakukan agar anak-anak Indonesia tumbuh dengan mental yang sehat dan lingkungan sekolah yang aman dari bullying. (Red)

Posting Komentar